Senin, Maret 09, 2015

Kesimpulan materi Kel 6



Softskill Teori Organisasi Umum 2


Disusun Oleh :

1. Nicki Fatima Novayanti                                 (16113412)








Mengembangkan Kemampuan Mahasiswa dalam Komunikasi

1.    Pengertian dan  arti penting komunikasi

Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.

Arti Penting Komunikasi

                Komunikasi adalah suatu proses atau kegiatan penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain untuk mencapai tujuan tertentu.




2.       Jenis dan Proses Komunikasi

Jenis Komunikasi

                Pada dasarnya komunikasi digunakan untuk menciptakan atau meningkatkan aktifitas hubungan antara manusia atau kelompok.
Jenis komunikasi terdiri dari:
1.       Komunikasi verbal
2.       Komunikasi non verbal disebut dengan bahasa tubuh

v  Komunikasi verbal

Komunikasi verbal biasanya lebih akurat dan tepat waktu. Kata kata adalah alat atau simbol yang dipakai untuk mengekspresikan ide atau perasaan, membangkitkan respon emosional, atau menguraikan obyek, observasi dan ingatan.

Komunikasi Verbal yang efektif harus :

·         Jelas dan ringkas
·         Perbendaharaan Kata
·         Arti denotatif dan konotatif
·         Selaan dan kesempatan berbicara
·         Waktu dan relevansi
·         Humor

v  Komunikasi non verbal

Komunikasi non-verbal adalah pemindahan pesan tanpa menggunakan katakata.
Merupakan cara yang paling meyakinkan untuk menyampaikan pesan kepada orang lain.

Komunikasi non-verbal teramati pada :

·         Metakomunikasi
·         Penampilan Personal
·         Intonasi (Nada Suara)
·         Ekspresi wajah
·         Sikap tubuh dan langkah
·         Sentuhan


Proses Komunikasi

Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikasinya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi, banyak melalui perkembangan.
Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi.
Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut :
Penginterpretasian.
Penyandian.
Pengiriman.
Perjalanan.
Penerimaan.
Penyandian balik.

·   

3.       Komunikasi Efektif

Komunikasi dikatakan efektif apabila terdapat aliran informasi dua arah antara komunikator dan komunikan dan informasi tersebut sama-sama direspon sesuai dengan harapan kedua pelaku komunikasi tersebut. Setidaknya terdapat lima aspek yang perlu dipahami dalam membangun komunikasi yang efektif, yaitu :

a. Kejelasan
 b. Ketepatan
c. Konteks
d. Alur
e. Budaya



4.       Implikasi Manajerial

Pada bagian ini peneliti menyajikan berbagai implikasi kebijakan yang dapat dihubungkan dengan temuan-temuan yang dihasilkan dalam penelitian ini. Implikasi Manajerial memberikan kontribusi praksis bagi manajemen.

Kesimpulan

Pembelajaran sebagai subset dari proses pendidikan harus mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan, yang pada ujungnya akan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Agar pembelajaran dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan, maka dalam proses pembelajaran harus terjadi komunikasi yang efektif, yang mampu memberikan kefahaman mendalam kepada peserta didik atas pesan atau materi belajar.

Komunikasi efektif dalam pembelajaran merupakan proses transformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada peserta didik, dimana peserta didik mampu memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, sehingga menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menimbulkan perubahan tingkah laku menjadi lebih baik. Pengajar adalah pihak yang paling bertanggungjawab terhadap berlangsungnya komunikasi yang efektif dalam pembelajaran, sehingga dosen sebagai pengajar dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik agar menghasilkan proses pembelajaran yang efektif.



Jumat, Desember 19, 2014

Tugas Individu Teori Organisasi Umum week 11th



 
Tugas Individu Teori Organisasi Umum 1










Disusun Oleh :

1. Nicki Fatima Novayanti                                 (16113412)


Contoh Studi Kasus

Pengaruh Komunikasi dalam Organisasi terhadap Kinerja Karyawan melalui Kepuasan Kerja (Studi Kasus pada Karyawan bagian Produksi Pabrik Kertas CV Setia Kawan Tulungagung).

          Komunikasi dalam Organisasi, Kepuasan Kerja, Kinerja. Dewasa ini telah  banyak organisasi yang berdiri dan berkembang sukses baik dalam skala kecil maupun besar. Organisasi sendiri merupakan suatu alat dimana orang-orang mempersatukan kecakapan dan usaha mereka untuk mencapai tujuan bersama.
Sering dijumpai bahwa karyawan kurang terpuaskan hatinya dalam melaksanakan tugasnya karena informasi mengenai prosedur kerjayang disampaikan pimpinan kurang dapat dipahami. Sehingga karyawan cenderung merasa khawatir, segan, dan takut dalam melaksanakan tugasnya. Dengan adanya perasaan-perasaan tersebut dalam melaksanakan tugas mengakibatkan kinerja karyawan menjadi menurun.
 Salah satu jalan untuk mengatasi semua ini adalah dengan saluran komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih mendalam tentang komunikasi dalam organisasi yang ada di Pabrik Kertas CV Setia Kawan Tulungagung guna meningkatkan kinerja karyawan melalui kepuasan kerja. Penelitian ini menggunakan analisis data berupa analisis jalur (path analysis), yang merupakan suatu bentuk terapan dari analisis regresi berganda (multiple regression analysis. Tujuan dari analisis jalur ini adalah menentukan  pengaruh langsung dan tidak langsung diantara sejumlah variabel. Lokasi  penelitian ini berada pada Pabrik Kertas CV Setia Kawan Tulungagung dan dilaksanakan sejak bulan Mei 2006. Subjek dan informan dalam penelitian ini adalah karyawan bagian produksi (sebagai responden) dan karyawan bagian HRM. Penelitian ini mempunyai variabel bebas yaitu komunikasi dalam organisasi (X), variabel interfening yaitu kepuasan kerja (Y), dan variabel terikatyaitu kinerja (Z).
 Dalam penelitian ini data yang diperoleh menggunakan beberapa cara, antara lain: angket atau kuesioner, wawancara atau interview, dokumentasi, dan observasi. Instrumen penelitian ini menggunakan item-item dari penelitian terdahulu yang telah teruji, sehingga uji coba kuesioner untuk menguji instrument tidak dilakukan. Sedangkan untuk uji validitas dan reliabilitas tetap dilakukan untuk menguji validitas dan relibilitas data yang diperoleh.
Populasi dalam  penelitian ini adalah karyawan bagian produksi Pabrik Kertas CV Setia Kawan Tulungagung yang berjumlah 245 orang. Sedangkan sampelnya diambil sebanyak 71 orang dan tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini memiliki keterbatasan-keterbatasan yang penting untuk diketahui terutama untuk digunakan sebagai pertimbangan penelitian yang selanjutnya.
Keterbatasan-keterbatasan itu antara lain: meskipun ukuran  perusahaan jika dilihat dari luar cukup besar tetapi karena tempatnya yang terpencil menjadikan masyarakat luas belum mengenalnya, karyawan bagian  produksi yang digunakan sebagai sampel memiliki pendidikan yang berbeda-beda sehingga mempengaruhi dalam penjelasan dan pengisian kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian disarankan antara atasan dengan bawahan  pada Pabrik Kertas CV Setia Kawan Tulungagung lebih sering meningkatkan koordinasi (mengadakan sharing) sehingga setiap kegiatan berjalan dengan baik karena dapat mengerti perasaan dari karyawan mulai dari masalah pekerjaan ,rekan sekerja, sampai masalah kesesuian upah, secara periodik para atasan (direktur, manager, kapala bagian) lebih sering terjun langsung ke lapangan sehingga dapat meningkatkan kepuasan dan kinerja, pimpinan memperhatikan keluhan-keluhan dari para karyawan.
Selain itu peneliti menyarankan agar  penelitian selanjutnya diutamakan mengambil obyek penelitian pada organisasi yang besar dan sudah dikenal oleh masyarakat luas, selanjutnya yang digunakan untuk sampel disarankan karyawan-karyawan yang memiliki pendidikan setingkat.
 
KESIMPULAN

Dalam sebuah organisasi sangat dibutuhkan dan diperlukan komunikasi yang efektif dan baik demi tercapainya suatu tujuan bersama, tidak terlepas dari karwayan maupun atasan. Pimpinan di dalam organisasi harus dapat memfasilitasi tumbuhnya suasana keterbukaan dalam komunikasi dengan karyawan, dapat  berempati, memiliki sikap yang dapat memberikan dukungan kepada karyawan, dapat bersikap positif baik terhadap diri sendiri maupun karyawan serta mampu menciptakan suasana setara, dalam arti ada pengakuan bahwa kedua belah pihak dalam hal ini pimpinan dan karyawan sama
 – 
sama bernilai dan berharga. Komunikasi karyawan yang efektif akan menghasilkan kepuasan dan  produktivitas karyawan, perbaikan pencapaian hasil karya dan tujuan perusahaan. Tidak hanya itu, hubungan antar karyawan yang dibangun berdasarkan iklim dan kepercayaan atau suasana perusahaan yang positif turut memberi andil dalam menciptakan iklim komunikasi efektif.


Tugas Individu Teori Organisasi Umum week 12th



Tugas Individu Teori Organisasi Umum 1










Disusun Oleh :

1. Nicki Fatima Novayanti                                 (16113412)



Kasus- kasus di balik KPK
Kasus Nazarudin
Menurut kami, perkembangan dan perubahan dalam suatu kasus atau masalah adalah suatu pernyataan ataupun kenyataan yang di alami berbagai macam manusia di luar sana. Sebagai contoh, kasus nazarudin yang tak kunjung usai dengan berbagai kontroversi yang ada serta banyak mengalami perkembangan dan perubahan.
Salah satu dari perkembangan kasus tersebut adalah semakin banyak orang-orang yang terlibat di belakangnya terungkap sudah walaupun masih belum menemukan titik terang dari ujung kasus ini akan tetapi masyarakat dan bahkan pemerintah harus dan sudah bisa menebak-nebak siapa dalang di balik ini semua. Yang amat di sayangkan terlalu banyak waktu yang di ulur dan habis terbuang hanya untuk memanggil mereka – mereka yang bersangkutan untuk di periksa, tetapi yang bersangkutan terlalu banyak alasan, ada sajalah yang bilang sakit atau berada di luar kota, seakan akan hukum di indonesia mati sesaat karena kurangnya kedisiplinan serta kurang menghargai arti dari sebuah peraturan hukum itu sendiri. Ini membuktikan harus ada nya perubahan pola pikir kita sebagai manusia untuk mewujudkan satu tujuan yaitu membuat Indonesia menjadi lebih bemanfaat bagi dunia dan untuk rakyatnya sendiri. mungkin menjadikan Indonesia menjadi berguna di mata dunia bukan mimpi di masa sekarang, Di masa nya para pahlawan dalam memperangi penjajahan pun sudah terbesit di benak mereka pada saat itu dan tugas kita sebagai masyarakat yaitu mempertahankan semangat orang-orang dulu yang memperjuangkan untuk mencapai satu tujuan yaitu “kemerdekaan indonesia”. Kita sebagai rakyat hanya ingin menjadikan Indonesia bersih dari korupsi, jangan sampai dengan korupsi perjuangan pemuda pemudi indonesia untuk menjunjung tinggi nama indonesia di mata dunia terhapuskan dengan hnya satu masalah yaitu KORUPSI.
Menurut kami Kasus nazarudin ini sudah hampir seluruh amerika yang tau dan jangan sampai  sedunia pun tau, ini sangat memalukan terlebih dengan terorisme di indonesia sudah bnyak sekali warga dunia yang tau akan hal ini sampai – sampai indonesia mendapatkan “travel warning” dari pemerintah australia. “Semua warga mengharapkan semua skenario dalam dunia perpolitikkan segera berakhir dan kembali menjadi satu negara dengan menjunjung tinggi arti sebuah demokrasi” Di balik semua itu warga indonesia berjuang keras untuk kembali mengharumkan negeri kita dengan sangat tulus, dengan bertahap indonesa pun kembali bangkit dengan semangat baru.